BERANDA/Edukasi

Berbagai Jenis Masker dan Kualitasnya

poster berbagai jenis masker dan kualitasnya

Pada artikel Waspada Penyebaran Corona [ lihat lebih lanjut ], yang kami kutip dari WHO sudah diketahui bahwa penyebaran COVID-19 ini didapat dari orang lain yang terinfeksi virus ini. VIrus ini dapat menyebar dari orang ke orang melalui percikan-percikan dari hidung atau mulut yang keluar saat orang yang terinfeksi COVID-19 batuk, bersin atau berbicara. Percikan-percikan ini relatif berat, perjalanannya tidak jauh dan jatuh ke tanah dengan cepat. Orang dapat terinfeksi COVID-19 jika menghirup percikan orang yang terinfeksi virus ini.

Untuk itu langkah preventif seperti menggunakan masker pun wajib dilakukan oleh setiap orang. WHO menyebut bahwa penggunaan masker merupakan bagian dari rangkaian komprehensif langkah pencegahan dan pengendalian yang dapat membatasi penyebaran penyakit-penyakit virus saluran pernapasan tertentu, termasuk COVID-19. Masker dapat digunakan baik untuk melindungi orang yang sehat (dipakai untuk melindungi diri sendiri saat berkontak dengan orang yang terinfeksi) atau untuk mengendalikan sumber (dipakai oleh orang yang terinfeksi untuk mencegah penularan lebih lanjut).

Berbicara tentang masker tahukah kamu? bahwa ada berbagai macam jenis masker dan efektivitasnya. Tim ilmunitas merangkumnya menjadi beberapa jenis masker yang sering digunakan oleh masyarakat disekitar kita. Berikut ini kami rangkum jenis dan efekifitasnya, baca artikel ini lebih lanjut untuk mengetahuinya.

1. Maske Scuba

foto masker scuba Efektifitas:

Virus: 0%
Debu: 0%
Bakteri:>5%
Pollen:>5%
Sebenarnya penggunaan masker jenis scuba ini sudah tidak direkomendasikan lagi bahkan sudah dilarang dibeberapa tempat dikarenakan tingkat efektifitasnya yang dinilai rendah untuk menangkal masuknya virus. Dikutip dari kumparan , "Para peneliti mengamati seseorang yang memakai masker dan berbicara ke arah sinar laser yang disimpan di dalam perangkat berbentuk kotak. Jumlah tetesan yang dikeluarkan saat berbicara direkam menggunakan kamera ponsel. Hasilnya, dari sekian jenis masker yang diuji, buff dan scuba adalah yang paling buruk."

2. Maske Kain
foto masker kain Efektifitas:

Virus: 0%
Debu: 0%
Bakteri:>50%
Pollen:>50%
Masker kain dapat digunakan oleh masyarakat yang sehat di tempat umum. Masker tipe ini juga dapat digunakan kembali dengan cara mencucinya dengan deterjen setelah pemakaian.

3. Masker Medis
foto masker medis Efektifitas:

Virus: >95%
Debu: >80%
Bakteri:100%
Pollen:100%
Jenis masker medis ini disarankan bagi petugas tenaga medis dan dapat juga dipakai oleh masyarakat umum.

4. Masker N95
foto masker n95 Efektifitas:

Virus: >95%
Debu: 100%
Bakteri:100%
Pollen:100%
Masker jenis N95 ini sangat direkomendasikan bagi petugas tenaga medis yang melakukan kontak langsung dengan pasien. Penggunaan masker ini dapat dipakai berulang yakni setelah dipakai masker harus di jemur di bawah sinar matahari selama 3-4 hari dan setelah itu dapat digunakan kembali.

Demikian beberapa jenis masker serta tingkat efektivitasnya. Semoga dapat bermanfaat bagi teman-teman pembaca. Tetap jaga kesehatan dan selalu taat melaksanakan protokol kesehatan ya teman-teman Ilmunitas.

Sumber:
https://covid19.go.id/p/protokol
https://kumparan.com/kumparansains/alasan-ilmiah-masker-scuba-dan-buff-dilarang-di-kereta-hingga-mal-di-indonesia-1uFC1Zzbz8V/full
https://www.instagram.com/p/B-rJGi-gj8Q/?igshid=no6hrx6jjbrp


Deretan Aplikasi Memudahkan Kala Pandemi

aplikasi memudahkan kala pandemi

Saat kondisi pandemi seperti saat ini banyak hal yang membatasi aktivitas kita, tidak sama seperti hari-hari normal sebelum masa pandemi COVID-19 melanda. Segala bentuk protokol kesehatan wajib kita lakukan. Salah satunya adalah dengan membatasi diri untuk keluar rumah, ke pusat perbelanjaan, serta menghindari pusat keramaian. Sementara itu bagi pekerja yang terbiasa bekerja onsite, sejak masa pandemi seperti ini mayoritas para pekerja melakukan aktivitas pekerjaannya secara jarak jauh atau familiar dengan sebutan WFH (Work From Home). WFH ini juga merupakan kebiasaan baru yang harus di tempuh bagi para pekerja.

Dengan cukup banyaknya hal yang membatasi aktivitas kita sehari-hari pastinya akan membuat kita memutar otak, bagaimana ataukah ada alternatif lain untuk bisa melakukan aktivitas sehari-hari akan tetapi tetap melaksanakan protokol kesehatan yang ada? Yak, kini jita tidak perlu khawatir. Di masa yang serba teknologi ini, banyak sekali tools atau aplikasi yang dapat membantu kita dalam melakukan pekerjaan maupun aktivitas lainnya di saat masa pandemi. Diantaranya berikut ini tim Ilmunitas telah merangkum beberapa tools ataupun aplikasi yang populer dan dapat membantu kita dalam melakukan aktivitas sehari-hari saat masa pandemi sedang berlangsung.

1. Virtual Meeting

Kegiatan virtual meeting atau rapat virtual merupakan aktivitas yang cukup sering dilakukan oleh setiap perusahaan bagi para karyawannya yang sedang melakukan WFH selama. Guna menjaga agar tetap dapat memantu, melaporkan atau memberi arahan tanpa harus bertatap muka secara langsung, Virtual meeting merupakan alternatifnya. Berikut ini adalah beberapa aplikasi yang populer dan dapat dimanfaatkan bagi anda untuk melakukan virtual meeting secara daring. Diantaranya yang terpopuler adalah aplikasi Google Meet dan Zoom.

logo google meet

VS

logo zoom


Google Meet
Google Meet
merupakan aplikasi gratis (open source) yang disediakan oleh Google untuk dapat digunakan bagi siapapun saja untuk melakukan virtual meeting. Aplikasi ini sangat mudah digunakan dan tersedia dalam beberapa platform, platform tersebut ialah platform web dan platform mobile.

Zoom
Zoom
juga merupakan aplikasi lainnya yang dapat digunakan untuk virtual meeting. Aplikasi ini dapat diunduh melalui website resmi zoom yang mana terdapat banyak pilihan sesuai kebutuhan platform anda ada yang berbentuk PC (Personal Computer) ada juga yang dalam bentuk aplikasi mobile. Zoom merupakan aplikasi yang tidak sepenuhnya gratis bagi para penggunanya. Zoom menawarkan beberapa paket pilihan bagi para penggunanya, mulai dari paket yang gratis hingga berbayar. Untuk pengguna yang memilih paket gratis waktu penggunaan akan dibatasi kurang lebih sekitar 45 menit untuk satu sesi virtual meeting. Sementara untuk paket yang berbayar dibagi-bagi lagi menjadi beberapa paket tentunya dengan fasiitas dan fitur yang berbeda serta harga yang berbeda pula. Untuk lebih lanjut anda dapat megunjungi website resmi zoom agar mendapatkan informasi yang lebih detail mengenai pilihan paket tersebut.

2. Belanja Makanan & Kebutuhan Lainnya

Karena dilakukan pembatasan untuk mengunjungi pusat perbelanjaan dan mengunjungi restoran. Namun ada baiknya anda melihat atau mencoba menggunakan alternatif aplikasi yang dapat membantu anda dalam mengatasi hal ini. Adapun beberapa aplikasi populer yang dimaksud ialah gojek dan maxim.

logo gojek

VS

logo maxim

Gojek
Gojek yang memulai perjalanannya pada tahun 2010 dengan layanan pertama yaitu berupa pemesanan ojek melalui call-center. Pada tahun 2015, Gojek berkembang pesat setelah meluncurkan sebuah aplikasi dengan tiga layanan, yaitu: GoRide, GoSend, dan GoMart. Sejak saat itu, laju Gojek semakin cepat dan terus beranjak hingga menjadi grup teknologi terkemuka yang melayani jutaan pengguna di Asia Tenggara.

Aplikasi Gojek sendiri saat ini sudah tersedia di Google Play Store bagi pengguna Android dan App Store bagi pengguna iOS. Pengguna dapat mengunduhnya secara gratis melalui kedua platform tersebut. Sebagai salah satu layanan yang tak hanya melayani transportasi online kini Gojek juga sudah merambah ke banyak bidang, masyarakat pun sudah sangat banyak yang memanfaatkan layanan Gojek ini untuk membantu aktivitas atau memenuhi kebutuhan sehari-hari bagi setiap penggunanya. Untuk itu disaat pandemi yang mana banyak aktivitas keseharian kita yang dibatasi kita tetap bisa terbantu dengan memanfaatkan aplikasi Gojek salah satunya.

Maxim
Tak jauh berbeda dari Gojek, Maxim merupakan pendatang baru di dunia layanan transportasi online. Namun disebut-sebut sebagai pendatang baru di Indonesia ternyata tren aplikasi Maxim saat ini juga tak kalah sukses. Maxim sebagai pendatang baru menjadi kompetitor yang bisa jadi dapat menjadi opsi untuk menandingi kejayaan Gojek saat ini. Meskipun saat ini Maxim tidak sekompleks Gojek untuk urusan layanan tapi untuk layanan transportasi, membeli barang atau makanan, dan layanan pengiriman Maxim dinilai sangat mempunyai daya saing tinggi, terlebih lagi diawal kemunculannya Maxim mengeluarkan strategi dengan membanderol harga layanan yang lebih murah di banding kompetitornya. Aplikasi Maxim kini juga sudah tersedia di Google Play Store bagi pengguna Android dan di App Store bagi pengguna iOS.

Demikian, dan masih banyak lagi aplikasi yang dapat anda temukan dan gunakan untuk membantu aktivitas anda selama pandemi seperti ini. Memanfaatkan teknologi yang ada adalah alternatif yang tepat untuk membantu aktivitas anda selama kondisi seperti ini. Selamat beraktivitas dan selamat mencoba.